Tampilkan postingan dengan label Al Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Qur'an. Tampilkan semua postingan
Rabu, 11 Januari 2012

Tak Lebih Berharga dari Sehelai Sayap Nyamuk

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ ، وَجَنَّةُ الكَافِرِ

“Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir” (HR. Muslim)
Dari Amr bin ‘Auf radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَوالله مَا الفَقْرَ أخْشَى عَلَيْكُمْ ، وَلكِنِّي أخْشَى أنْ تُبْسَط الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا ، فَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أهْلَكَتْهُمْ

“Demi Allah. Bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan menimpa kalian. Akan tetapi aku khawatir ketika dibukakan kepada kalian dunia sebagaimana telah dibukakan bagi orang-orang sebelum kalian. Kemudian kalian pun berlomba-lomba dalam mendapatkannya sebagaimana orang-orang yang terdahulu itu. Sehingga hal itu membuat kalian menjadi binasa sebagaimana mereka dibinasakan olehnya” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Ka’ab bin ‘Iyadh radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً ، وفِتْنَةُ أُمَّتِي : المَالُ

“Sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah, sedangkan fitnah ummatku adalah harta” (HR. Tirmidzi, dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ ؛ فَهُوَ أجْدَرُ أنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ الله عَلَيْكُمْ

“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalian -dalam hal dunia- dan janganlah kalian melihat orang yang lebih di atasnya. Karena sesungguhnya hal itu akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat yang Allah berikan kepada kalian” (HR. Muslim)
Dari Shuhaib radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَجَباً لأمْرِ المُؤمنِ إنَّ أمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خيرٌ ولَيسَ ذلِكَ لأَحَدٍ إلاَّ للمُؤْمِن : إنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكانَ خَيراً لَهُ ، وإنْ أصَابَتْهُ ضرَاءُ صَبَرَ فَكانَ خَيْراً لَهُ

“Sangat mengagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya. Dan hal itu tidak didapatkan kecuali pada diri orang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan maka dia bersyukur. Dan apabila dia mendapatkan kesusahan maka dia akan bersabar” (HR. Muslim)
Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اللَّهُمَّ لاَ عَيْشَ إِلاَّ عَيْشَ الآخِرَةِ

“Ya Allah tidak ada kehidupan yang sejati selain kehidupan akhirat” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإنَّ الله تَعَالَى مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ

“Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau. Dan sesungguhnya Allah ta’ala menyerahkannya kepada kalian untuk diurusi kemudian Allah ingin melihat bagaimana sikap kalian terhadapnya. Maka berhati-hatilah dari fitnah dunia dan wanita” (HR. Muslim)
Dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُنْ في الدُّنْيَا كَأنَّكَ غَرِيبٌ ، أَو عَابِرُ سَبيلٍ

“Jadilah kamu di dunia seperti halnya orang asing atau orang yang sekedar numpang
lewat/musafir” (HR. Bukhari)
Dari Sahl bin Sa’id as-Sa’idi radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا لِي وَلِلدُّنْيَا ؟ مَا أَنَا في الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

“Ada apa antara aku dengan dunia ini? Tidaklah aku berada di dunia ini kecuali bagaikan seorang pengendara/penempuh perjalanan yang berteduh di bawah sebuah pohon. Kemudian dia beristirahat sejenak di sana lalu meninggalkannya” (HR. Tirmidzi, dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)
Baca selengkapnya ya >>>
Selasa, 24 Mei 2011

KEAGUNGAN KITAB SUCI AL-QUR'AN

Kehebatan Kitab Suci Al-Qur'an

            Kelebihan umat Islam dibandingkan umat lainnya sebenarnya terletak pada kitabnya. Umat Islam memiliki sebuah kitab agung nan mulia yang isinya bisa dijadikan pedoman hidup bagi siapa saja. Tak akan pernah tersesat orang yang menjadikan Al-Qur’an sebagai dasar untuk melakukan segala perbuatan.

Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara. Kalian tak akan tersesat selama kalian berpegang teguh kepada keduanya, (yaitu)Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.”
(HR.MUSLIM)

            Allah telah menjadikan Al-Qur’an sebagai pentunjuk. Di awal surat Allah langsung menjelaskan bahwa tidak ada keraguan pada Al-Qur’an. Berbeda dengan buku-buku ataupun kitab karangan manusia.ketika pertama kali kita membaca buku, ambil contoh buku fiksi ataupun non fiksi, pasti ada bagian kata pengantar akan dijelaskan bahwa buku tersebut terdapat banyak sekali kekurangan sehingga penulis meminta kritik atau sarannya. Namun tidak dengan Al-Qur’an. Adakah pengantar atau para kritikus buku yang memberikan kritik di halaman depan?

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”
 (QS. Al baqarah : 2)

Maka tidak mengherankan apabila Al-Qur’an menjadi kitab yang paling banyak dihafal jutaan manusia di dunia. Bahkan Al-Qur’an menjadi satu-satunya buku yang bisa dihafal diluar kepala oleh jutaan umat manusia. Percaya atau tidak. Belum pernah terdengarkan Paus di Roma menghafal bobelnya di luar kepala. Begitu juga dengan pemuka agama lainnya. Rasanya belum pernah ada kabar bahwa mereka  menghafal kitab sucinya di luar kepala. Jauh berbeda dengan Al-Qur’an. Bahasanya yang mudah menjadikan semua orang dapat menghafalkan dengan cepat.


Keaslian Kitab Suci Al Qur'an

            Mungkin sebagian umat muslim merasa ragu, apakah Al-Qur’an yang kita baca ini adalah sama dengan apa yang diturunkan pada Rasulullah? Tak jarang kita juga mempertanyakan, apakah Al-Qur’an tidak terkontaminasi seperti yang terjadi pada injil sehingga isinya tidak asli lagi? Padahal sudah 14 abad berlalu. Jawabnya adalah TIDAK. Al-Qur’an tetap terjaga keasliannya dari tangan-tangan makluk jahil karena Allah sendirilah yang menjamin keasliannya. Allahu Akbar!

“Sesungguhnya Kamilah yang telah menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”
(QS.Al Hijr : 9)

Bahkan Allah menantang siapa saja yang bisa membuat surat semacam Al-Qur’an.

Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur’an ini; niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”.
(QS. Al Isra’ : 9)

            Keaslian Al-Qur’an dapat dibuktikan secara logika maupun ilmiah. Baik bagaimana Allah menjaga Al-Qur’an sampai tak seorangpun yang bisa menambah, mengurangi ataupun mengubah isi Al-Q ur’an. Dr. Mustafa Mahmud, mengutip pendapat Rasyad Khalifah, mengemukakan bahwa Al-Qur’an sendiri terdapat bukti-bukti sekaligus jaminan akan keotentikannya.
            Huruf-huruf hijaiyah yang terdapat pada awal beberapa surat dalam Al-Qur’an adalah jaminan keutuhan Al-Qur’an sebagaimana diterima Rasulullah saw. Tidak lebih dan kurang satu huruf pun. Kesemuanya habis terbagi  19 sesuai dengan jumlah huruf dalam bacaan basmalah.
            Huruf nun yang memulai surat Al Qalam ditemukan sebanyak 133 atau 7 x 19. Keduanya huruf ya’ dan sin pada surat Yasin, masing-masing ditemukan sebanyak 285 atau 15 x19. Kedua huruf tha’ dan ha’ pada surst Thaha, masing-masing berulang sebanyak 342 kali atau sama dengan 18 x 19.
            Huruf ha’ dan mim yang terdapat pada keseluruhan surat yang diawali oleh kedua huruf ini ditemukan sebanyak 2166 kali atau setara dengan 114 x 19. Huruf Qaf yang merupakan awal dari surat ke-50 ditemukan berulang sebanyak 57 kali atau sama dengan 3 x 19. Sementara huruf kaf, ha’, ya’, ain, shad dalam surat Maryam sebanyak 798 kali atau sebanyak 42 x 19.
            Bilangan inii yang dapat ditemukan langsung dari celah ayat Al-Qur’an dan dijadikan sebagai bukti keotentikan Al-Qur’an. Karena setemaninya ada ayat yang berkurang atau berlebih atau ditukar kata atau kalimatnya, tentu perkalian tersebut akan menjadi kacau.
            Bukti lain penjagaan Al-Qur’an juga nampak pada saat penyusunan mushaf dulu yang dilakukan dengan sangat teliti dan hati-hati. Setiap kali ayat Allah turu, Nabi menginstruksikan kepada para sahabat untuk menghafal dan menuliskannya diatas batu, kulit binatang dan pelepah kurma. Hanya ayat-ayat Al-Qur’an yang boleh dituliskannya. Selain ayat-ayat Al-Qur’an, bahkan termasuk Hadist dan ajaran-ajaran Nabi yang didengar oleh para sahabat, dilarang dituliskan. Hal ini untuk mencegah tercampurnya isi Al-Qur’an dengan yang lainya.
            Nah, sekarang jelaslah sudah. Al-Qur’an yang hingga detik ini kita baca tidak diragukan lagi keasliaannya karena adanya jaminan penjagaan langsung dari Allah.


Bukti Kebenaran Kitab Suci Al-Qur'an

            Layaknya manusia yang serba tidak percaya, banyak pihak jahil berpendapat bahwa Al-Qur’an adalah buatan Muhammad. Inilah yang biasa diucapkan musuh umat Islam. Padahal sudah jelas-jelas pendapat tersebut terbantahkan. Al-Qur’an murni datang dari Allah SWT.

“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami disegenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa Al-Qur’an ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu.”
(QS.Fushshilat : 53)

            Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab yang mampu menjelaskan semua fenomena yang terjadi di alam semesta. Fenomena yang bahkan baru bisa diungkap pada zaman modern. Bisa dibilang antara Al-Qur’an dan science sangat tidak mungkin muncul fakta yang berseberangan.
Baca selengkapnya ya >>>