Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Jumat, 09 Agustus 2013

Tauladan untuk wanita

Learn patience from Asiyah
Loyalty from Khadijah
Purity from Maryam
Sincerity from Aishah
Steadfastness from Fatimah
Baca selengkapnya ya >>>
Rabu, 10 April 2013

Untuk ummi



Ini adalah kiriman dari adikku tersayang untuk ummi. Ini tulisannya. Maaf ya dek tulisanmu, mas post di blog. hehehe :)


          Dia bukanlah seperti spiderman, ultramen, atau sailormoon tapi menurutku dia sangat lebih dari itu. Dia mempertaruhkan jiwa dan raganya agar kita bisa melihat dunia. Betapa besar pengorbanannya saat dia melahirkan kita, betapa besar peranannya saat dia mendidik kita. Dia bukanlah seorang  lulusan sarjana ataupun profesor  tapi dia mendidik kita lebih dari orang-orang itu. Dia mengajarkan untuk memakai sepatu, mengajarkan untuk sholat mengajarkan banyak hal baik petuah ataupun nasehat. Dia selalu berjuang keras agar kita mendapat pendidikann yang lebih dari dia, agar kita memiliki ilmu untuk masa depan. Inginnya cuma satu, dia ingin selalu melihat kita bahagia. Walaupun kita tidak pernah tahu bagaimana keras hidupnya untuk mencapai keinginan itu.
           Tetes demi tetes keringat mengalir tanpa ada yang mengusapnya, saat semua orang  masih tidur dia telah bangun demi sekeping rupiah. Keriput diwajahnya pun sekarang sudah sangat terlihat jelas. Tanpa didikannya, mungkin kita tidak akan pernah bisa seperti ini. Dia tidak pernah menuntut kita untuk mengikuti keinginannya, dia hanya selalu berpesan
selalu rajin belajar mumpung orang tua masih kuat membiayai sekolah, jangan....eman uang kalau buat makan, jaga kesehatan”
pesan singkat tapi sangat mendalam. Begiu besar cintanya pada kita, begitu kuat sosoknya dalam fikiran kita. Kadang jika kita capek dengan kegiatan kampus kita mengeluh, padahal dia tidak pernah mengeluh jika dia telah bekerja keras. Dia hanya senyum dan terus menyemangati kita. Setelah seharian bekerja mungkin jika tangan, kaki dan tubuhnya bisa berbicara mungkin akan bicara seperti ini
nak....sesungguhnya tangan dan kaki ini sangat sakit dan ngilu, sedangkan tubuhini  tidak seperti saat muda dulu rasanya seperti ribuan semut rang-rang menggigit tubuh ini”.
          Luar biasa sekali dia, orang terkuat yang selalu bisa meluluhkan hati kita, Orang terhebat yang selalu mengispirasi hidup kita. Orang tergaul yang selalu bisa menempatkan diri dalam setiap kondisi. Orang penting yang selalu ada dalam setiap do’a. Orang termanis dan tercantik dalam keluarga kita. Orang tercerewet yang selalu menasehati kita. Orang terindah yang selalu ada dihati kita. Dan orang tersuper yang telah rela rahimnya kita singgahi selama 9 bulan dan telah menaruhkan nyawanya demi kita. Koki terhebat didalam rumah kita. Orang tertulus melebihi super hero.
          Rinduku, ciumku, pelukku dan dekapku akan tersalurkan lewat do’a selesai sholatku dan do’a robithohku. Cintaku tak akan sehebat cintamu ibu.... tapi percayalah cinta ini tulus, cinta ini tumpahan rasa sayangku dan cintaku padamu karena Allah SWT... ^_^
Baca selengkapnya ya >>>
Sabtu, 23 Maret 2013

Kenali Tulang Rusukmu


Merepost atau membicarakan kembali tentang “Tulang Rusukmu”

Seorang bijak berkata, "Wanita selalu mengembalikan yang lebih untuk pria."

Jika kamu memberinya rumah, maka ia akan memberimu kehangatan dalam rumahmu. Jika kamu memberinya beras, ia akan mengembalikan nasi untukmu.

Jika kamu memberinya cinta, ia akan memberimu pengabdian seumur hidupnya.
Tapi jika kau memberinya hinaan, ia akan memberimu doa dalam airmata kepedihannya, dan itu berarti siapkan dirimu untuk berjuta kemalangan!"

Jika kemarin kamu berdoa dan yakin bahwa dialah tulang rusukmu, maka terimalah dia bukan sebagai wanita yang sempurna, melainkan sebagai wanita yang terbaik dari Tuhan.

Bukanlah dia yang tidak pernah berbuat salah, tapi dia yang selalu berkata maaf untuk setiap kesalahannya dan ia yang punya sejuta maaf untuk kesalahanmu.

Ia yang menerima masa lalumu dan yang siap merancangkan masa depannya bersamamu. Ia yang selalu cemas dan hilang akal ketika kamu tak memberinya kabar.

Jika dulu sifat manjanya membuatmu tertawa lucu, cemburunya berarti sayang, airmatanya bisa menyayat hatimu, tapi sekarang semuanya itu jadi alasan kamu melepaskannya, maka renungkanlah kembali perbuatanmu!

"Mengapa wanita tercipta dari tulang rusuk pria, bukan dari tulang kepala, karena wanita bukan untuk memimpin pria, bukan dari tulang kaki, karena wanita bukan alas kaki pria, wanita tercipta dari tulang rusuk pria karena dekat dengan hati, agar wanita menjadi pendamping, penjaga hati.

Karena wanita akan terlelap dalam dekapan pria. Karena wanita tahu dari sana dia berasal.

Dan siapa masing-masing pasangan tulang rusukmu?
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”.
QS. An Nuur : 26

Baca selengkapnya ya >>>
Sabtu, 29 Desember 2012

Kata-kata Motivasi dalam Film 5 CM


Baca selengkapnya ya >>>
Minggu, 26 Februari 2012

Ketika Harus Memilih



Life is about choice… Begitu sudah sering kita dengarkan kata-kata semacam ini terucap. Apakah memang ada hubungannya antara memilih dengan kehidupan? Maka, apabila kita kemudian merenung kembali apa yang telah kita lalui dalam kehidupan ini, tersirat bahwa pilihan-pilihan itu memang ada dan kita memilih pada suatu opsi. Opsi yang telah kita putuskan kemudian tersambung menjadi satu dan terangkaikan dengan momen memilih yang lain, hingga kemudian kita sadari bahwa hidup adalah hal tentang pilihan. Satu pilihan yang kemudian mengantarkan kita pada babak kehidupan baru dan selanjutnya ia akan terus bergulir seakan-akan hidup ini terasa hanyalah sebuah siklus untuk memilih.

Betapa beruntungnya manusia seperti kita telah diberikan keleluasaan untuk memilih. Alloh Yang Maha Pemurah telah menciptakan kita dengan perangkat-perangkat bawaan untuk memilih. Maka, kemudian dapat kita pahami bahwa akal dan nurani menjadi perangkat bawaan yang dimaksud. Dengan perangkat tersebut, kita jalani kehidupan dan menghadapi momen untuk memilih. Begitu silih berganti momen itu datang dan pergi, akal serta nurani selalu mengiringi dan membantu kita memilih mana yang terbaik untuk kehidupan ini. Begitulah kiranya kita tercipta sebagai makhluk yang dapat memilih, suatu keistimewaan yang dapat menjadikan kita berderajat tinggi atau juga sebaliknya. Manakala yang kita pilih adalah suatu kebaikan, maka itu akan menjadikan kita sebagai sosok yang mulia, sedangkan apabila yang kita pilih adalah suatu keburukan, maka itu akan menjadikan kita hina.

Sebenarnya pilihan dalam kehidupan ringkasnya dapat didikotomikan menjadi dua hal yang bertentangan, antara ya dan tidak untuk suatu hal. Namun, kita sendiri merasakan betapa sulitnya terkadang untuk memutuskan mana yang akan kita pilih. Karena memilih dalam prosesnya tidak bisa disederhanakan semudah itu. Pilihan akan memunculkan apa yang disebut dengan konsekuensi. Apa yang telah dipilih, mau tak mau harus dipertanggungjawabkan dan diterima apa pun yang terjadi setelah dipilihnya suatu opsi. Konsekuensi inilah yang menjadi beban akan suatu pilihan. Manusia akan sangat mempertimbangkan sejauh mana dirinya mampu menahan beban dari berbagai pilihan dan kemudian memilih mana yang ia sanggupi untuk itu. Konsekuensi juga memberikan begitu banyak variasi yang diturunkan dari sekadar dua opsi yang sebenarnya menjadi inti dari pilihan.

Pencapaian tujuan dan keinginan yang dikehendaki oleh manusia memerlukan suatu usaha dan pada setiap usaha yang ditorehkan itu terdapatlah beban-beban kehidupan. Beban itu pasti ada dan ia muncul dalam bentuk bayangan konsekuensi atas suatu pilihan. Maka, manusia pun memilih karena kita ingin mencapai suatu tujuan dan keinginan yang kita kehendaki.

Keinginan inilah yang kemudian mewujudkan dirinya menjadi harapan. Pada setiap momen untuk memilih yang harus dijalani, manusia menaruh harapan pada pilihannya. Harapan itu ada karena manusia selalu mengharapkan apa yang menjadi terbaik bagi dirinya dengan pilihan yang telah ia pilih. Munculnya harapan akan suatu pilihan akan diiringi oleh kecemasan yang menjadi kontradiksi dari harapan. Kecemasan itu muncul dengan adanya kemungkinan bahwa konsekuensi atas pilihan yang telah diputuskan akan membawa suatu beban yang berat dan ketakutan tidak berhasil mengantarkannya pada tujuan dan keinginan yang dikehendaki.

Di sinilah letak ketidakberdayaan manusia. Kita hanya bisa mengira saat memilih. Kita tidak diberikan pengetahuan apa yang akan terjadi dengan telah diputuskannya suatu pilihan di masa depan nanti. Apakah pilihan ini memang menjadi yang terbaik dan sesuai dengan keinginan kita? Kita tidak mampu menjawab pertanyaan ini dan mendapatkan jaminan yang pasti untuk hal ihwal memilih dalam kehidupan.

Karena yang mampu menjawab pertanyaan itu hanyalah Alloh Yang Maha Menentukan. Pada hakikatnya Dialah yang telah memilih garis hidup kita dan menjadikannya ketentuan atas kita untuk dijalani dalam kehidupan. Kita merasakan bahwa seolah-olah kita yang memilih, tetapi di luar jangkauan kuasa manusia, Alloh mempunyai kekuasaan untuk mengetahuinya terlebih dahulu, malah sudah menggariskan keputusan itu jauh sebelum tiba waktunya momen untuk memilih. Kita hanya menjalankan skenario-Nya yang begitu sempurna dan memainkannya dalam kesan yang begitu aktif untuk memilih, padahal semuanya itu bukanlah tanpa direncanakan sebelumnya, melainkan sudah tertulis dalam skenario tersebut.

Begitulah kekuasaan-Nya yang sangat dahsyat hingga sebenarnya tak mampu kita bayangkan dengan logika semata karena kekuasaan-Nya melebihi logika manusia yang begitu sempit. Dia telah memberikan kepada kita perangkat bawaan untuk memilih dan pada hakikatnya pula Dia yang telah menentukan apa yang terjadi dengan pilihan yang telah kita ambil.

Lalu, adakah masanya untuk manusia tidak memilih dalam kehidupannya? Karena hidup adalah hal tentang memilih, maka tidak memilih sebenarnya adalah suatu pilihan. Tidak memilih di sini bukanlah kontradiksi yang tepat dari memilih, melainkan istilah yang lebih tepat untuk itu adalah diamnya diri. Diamnya diri untuk membiarkan kehidupannya berjalan begitu saja dengan konsekuensi yang kemudian harus tetap ia tanggung. Adanya konsekuensi inilah yang menyiratkan secara tegas bahwa perilaku seperti ini sebenarnya dikategorikan dalam hal ihwal memilih.

Terkecualikan dari bahasan tadi adalah tentang apa yang disebut dengan takdir yang tidak bisa diubah manusia, seperti rezeki, ajal, amal, dan kecelakaan atau kebahagiaannya (hadits Arba’in An Nawawiyah keempat tentang penciptaan manusia dan takdirnya). Manusia tidak bisa memilih takdir itu. Manusia boleh saja menentukan apa pun yang ia pilih untuk kehidupannya, tetapi untuk takdir itu, hanya Alloh Sang Maha Penentu, yang memilihnya. Tersebutlah firmannya dalam Q. S. Al Qashash : 68, “Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).” Bila Allah telah menentukan sesuatu, maka manusia tidak dapat memilih yang lain lagi dan harus menaati dan menerima apa yang telah ditetapkan Allah, itulah takdir.

Takdir manakah yang kemudian akan kita sesalkan dalam kehidupan kita? Maka, sungguh apabila kita benar-benar memperhatikan bahwa dalam kehidupan ini terhampar begitu luas karunia dan rahmat-Nya, maka tak ada semburat sesal yang pantas hadir dalam jiwa kita. Takdir adalah pilihan Alloh untuk kita yang harus kita imani dalam kehidupan. Mungkin ada saat di mana takdir adalah suatu hal yang begitu pedih untuk kita rasakan, tetapi dalam kepedihan itu, Alloh memberikan pilihan kepada kita untuk memilih cara bagaimana untuk menyikapinya sebagai suatu pilihan saat kita tidak bisa memilih takdir. Alloh masih memberikan kita pilihan…

Maka, sudah sepantasnyalah manusia bersyukur atas segala hal yang telah dipilihkan oleh Alloh sebagai takdirnya… Maka, sudah sepatutnyalah manusia memohon petunjuk kepada-Nya Yang Maha Mengetahui saat dirinya berada pada momen untuk memilih… Maka, sudah sewajarnyalah hidup ini adalah hal tentang pilihan…
Baca selengkapnya ya >>>

Mencintai Dalam Diam



Mencintai seseorang bukan hal yang mudah. Bagi sebagian orang, termasuk saya tentunya, mencintai orang merupakan proses yang panjang dan melelahkan. Lelah ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang antara akal sehat dan nurani. Lelah ketika kita harus menuruti akal sehat untuk berlaku normal meski semuanya menjadi abnormal. Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun. Lelah ketika imaginasi menjadi liar oleh khayalan yang terlalu tinggi. Lelah ketika pikiran menjadi galau oleh harapan yang tidak pasti. Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar sesimpul senyum atau sebuah sapaan "apa kabar...". Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan. Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya. Lelah untuk mencari secuil kesempatan menyentuh atau membauinya. Lelah dan lelah dan lelah..

Hanya sebuah sikap diam dan keheningan yang lebih saya pilih.Diam menunggu sang waktu memberi sebuah moment. Diam untuk mencatat segala yang terjadi. Diam untuk memberi kesempatan otak kembali dalam keadaan normal. Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil. Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya "apakah aku cukup pantas?" Diam untuk menimbang sebuah konsekuensi dari rasa yang harus dipendam. Diam dan dalam diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah. Dan dalam diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pesona tetap mengalir.

Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang saya rasakan,lebih banyak rasa galau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan pola pikir yang lebih logis. Galau ketika mata terus meronta untuk sebuah sekelibat pandangan. Galau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan sedikit terbuka. Galau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan. Galau ketika mencintai hanya akan menambah beban hidup. Galau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi. Galau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi. Galau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakan untuk bertindak bodoh.

Apakah mencintai seseorang senantiasa membuat orang bodoh? Tentu tidak. Namun itu pula yang saya rasakan selama hampir lebih dari 1 tahun. Dalam kelelahan, diam dan kegalauan yang saya rasakan selama ini, ada rasa syukur atas berkat dari Sang Hidup atas apa yang saya alami. Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai seseorang. Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona diam. Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal. Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung. Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa. Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan "Aku mencintaimu". Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai. Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dan cemburu dalam sebaris ucapan "aku baik ¡V baik saja". Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam.

Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris doa menjadi pilihan yang paling pantas. Setidaknya, mencintai secara tulus melalui doa, dalam tradisi agama yang saya anut, akan menjadi lebih bermakna,karena saya diteguhkan dan menjadi berkat atas segala rasa perih yang senantiasa ada didalam diri. Dalam doa, akhirnya, semuanya kita kembalikan kepada Sang Hidup. Bahwa mencintai seseorang itu seperti memanggul sebuah istana. Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak tentu arah. Bahwa saya juga bukan manusia super. Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari. Bahwa saya juga punya kebodohan yang kadang susah untuk diterima akal sehat. Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai. Bahwa saya bersedia membayar harga dari mencintai seseorang. Bahwa saya bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa. Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar. Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup.

Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima, berkembang menjadi sebuah bentuk KEPASRAHAN dan hanya mendekatkan diriku ini padaMU Ya Allah. Sebuah Zona yang terbentuk karena saya merasa tidak berdaya. Dimana saya merasa tidak memiliki kemampuan untuk membuat segalanya menjadi mungkin. Dimana saya tidak berani untuk membangun sebuah harapan. Dimana saya tidak berani untuk mengatakan "Aku mencintaimu, mari kita pastikan segalanya, dan semuanya, hanya untuk kita berdua saja dan untuk mendapatkan ridho sang kuasa atas segala rasa". Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki, mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap dan tanpa meminta tapi hanya dengan do'a ku mengungkapkannya. Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingatnya.

Semoga saya bisa. Dan hingga hari ini, saya masih mencintainya. Saya sadar hal itu akan memberi rasa perih yg teramat dalam karena bagi saya, lebih susah untuk tidak mencintainya. Saya sadar ini adalah sebuah harapan yang harus saya pikul. Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan keheningan dan tentunya seperti kata wali band Do'aku Untukmu Sayang yang teramat dalam.
Baca selengkapnya ya >>>
Rabu, 11 Januari 2012

Tak Lebih Berharga dari Sehelai Sayap Nyamuk

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ ، وَجَنَّةُ الكَافِرِ

“Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir” (HR. Muslim)
Dari Amr bin ‘Auf radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَوالله مَا الفَقْرَ أخْشَى عَلَيْكُمْ ، وَلكِنِّي أخْشَى أنْ تُبْسَط الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا ، فَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أهْلَكَتْهُمْ

“Demi Allah. Bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan menimpa kalian. Akan tetapi aku khawatir ketika dibukakan kepada kalian dunia sebagaimana telah dibukakan bagi orang-orang sebelum kalian. Kemudian kalian pun berlomba-lomba dalam mendapatkannya sebagaimana orang-orang yang terdahulu itu. Sehingga hal itu membuat kalian menjadi binasa sebagaimana mereka dibinasakan olehnya” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Ka’ab bin ‘Iyadh radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً ، وفِتْنَةُ أُمَّتِي : المَالُ

“Sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah, sedangkan fitnah ummatku adalah harta” (HR. Tirmidzi, dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ ؛ فَهُوَ أجْدَرُ أنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ الله عَلَيْكُمْ

“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalian -dalam hal dunia- dan janganlah kalian melihat orang yang lebih di atasnya. Karena sesungguhnya hal itu akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat yang Allah berikan kepada kalian” (HR. Muslim)
Dari Shuhaib radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَجَباً لأمْرِ المُؤمنِ إنَّ أمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خيرٌ ولَيسَ ذلِكَ لأَحَدٍ إلاَّ للمُؤْمِن : إنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكانَ خَيراً لَهُ ، وإنْ أصَابَتْهُ ضرَاءُ صَبَرَ فَكانَ خَيْراً لَهُ

“Sangat mengagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya. Dan hal itu tidak didapatkan kecuali pada diri orang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan maka dia bersyukur. Dan apabila dia mendapatkan kesusahan maka dia akan bersabar” (HR. Muslim)
Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اللَّهُمَّ لاَ عَيْشَ إِلاَّ عَيْشَ الآخِرَةِ

“Ya Allah tidak ada kehidupan yang sejati selain kehidupan akhirat” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإنَّ الله تَعَالَى مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ

“Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau. Dan sesungguhnya Allah ta’ala menyerahkannya kepada kalian untuk diurusi kemudian Allah ingin melihat bagaimana sikap kalian terhadapnya. Maka berhati-hatilah dari fitnah dunia dan wanita” (HR. Muslim)
Dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُنْ في الدُّنْيَا كَأنَّكَ غَرِيبٌ ، أَو عَابِرُ سَبيلٍ

“Jadilah kamu di dunia seperti halnya orang asing atau orang yang sekedar numpang
lewat/musafir” (HR. Bukhari)
Dari Sahl bin Sa’id as-Sa’idi radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا لِي وَلِلدُّنْيَا ؟ مَا أَنَا في الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

“Ada apa antara aku dengan dunia ini? Tidaklah aku berada di dunia ini kecuali bagaikan seorang pengendara/penempuh perjalanan yang berteduh di bawah sebuah pohon. Kemudian dia beristirahat sejenak di sana lalu meninggalkannya” (HR. Tirmidzi, dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)
Baca selengkapnya ya >>>
Kamis, 14 Juli 2011

LAKI-LAKI SUKA WANITA BERJILBAB

TAHUKAH KENAPA ???
Kamu tahu kenapa saya suka wanita memakai jilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau? Di kampus tempat saya seharian disana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah. Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas "TankTop", noleh ke kiri pemandangan "Pinggul Terbuka", menghindar kekanan ada sajian "Celana Ketat plus You Can See", balik ke belakang dihadang oleh "Dada Menantang!",
Astaghfirullah... kemana lagi mata ini harus memandang? Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka. Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata.
Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran "ngeres" dan hatipun menjadi keras.
Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki
ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki untuk memakai aset berharga yang mereka punya.
Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda melakukan lebih seksi, lebih... dan lebih lagi. Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki? Yaitunya: anda bisa diajak untuk begitu dan begini.
Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan.
Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda menjawabnya "lelaki" bukan?
Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini. Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya.
Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes ke mana? Apakah saya harus menikmatinya...? tapi saya sungguh takut dengan Dzat yang memberi mata ini. Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti? sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.


Allah SWT berfirman:

"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa). Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, agar kamu beruntung.”
(QS. An-Nuur : 30-31).

Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa pertanggung jawabkan nantinya. Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.
Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti saya ini. Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik danmana yang buruk. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadanga yang anda tayangkan?
So, berjilbablah bagi para perempuan karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempersona dan tentunya sejuk dimata.
Baca selengkapnya ya >>>